Pemupukan Kelapa Sawit

Kemampuan lahan dalam penyediaan unsur hara secara terus menerus bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa sawit yang berumur panjang sangatlah terbatas. Keterbatasan daya dukung lahan dalam menyediakan unsur hara ini harus diimbangi dengan penambahan unsur hara melalui pemupukan.

Manfaat Pemupukan

Praktek pemupukan memberikan kontribusi yang sangat luas dalam meningkatkan produksi dan kualitas produksi yang dihasilkan. Salah satu Manfaat Pemupukan yang sangat bermanfaat yaitu meningkatkan kesuburan tanah yang menyebabkan tingkat produksi tanaman menjadi relatif stabil serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit dan pengaruh iklim yang tidak menguntungkan. Selain itu pemupukan bermanfaat melengkapi persediaan unsur hara di dalam tanah sehingga kebutuhan tanaman terpenuhi dan pada akhirnya tercapai produksi yang maksimal. Pupuk juga menggantikan unsur hara yang hilang karena pencucian dan terangkut (dikonversi) melalui produk yang dihasilkan berupa TBS serta memperbaiki kondisi yang tidak menguntungkan atau mempertahankan kondisi tanah yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan kelapa sawit.

Continue reading

Informasi Tentang Unsur Hara Pada Tanaman Kelapa Sawit

Magnesium dan kalium adalah dua hara penting dalam produksi kelapa sawit. Target hasil yang tinggi pada kelapa sawit tidak akan tercapai tanpa ketersediaan yang cukup dari hara makro esensial tersebut.

Siklus pertumbuhan kelapa sawit yang berlangsung selama 25 tahun ditandai oleh berbagai tahap pertumbuhan dimana setiap tahap memiliki kebutuhan haranya tersendiri untuk pertumbuhannya. Pada awal 3 tahun setelah tanam, terdapat peningkatan perlahan dalam penyerapan kalium dan magnesium oleh kelapa sawit. Setelah 3-5 tahun kemudian, penyerapan hara menjadi stabil pada tingkat penyerapan yang tinggi.

Continue reading

Pupuk Copper Sulphate Pentahydrate (Cu)/Terusi

Copper Sulphate adalah pupuk berbahan dasar tembaga (Cu) yang berfungsi  menambah unsur Cu di dalam tanah. Pupuk Cu dipakai di tanah gambut yang dicampur dengan Zinc Sulphate (Zn) adalah salah satu senyawa yang juga sangat diperlukan untuk memaksimalkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit.

Jual Pupuk Cu Coper Sulhate di medan

Pupuk Copper Sulphate (Cu)/Terusi

Copper-Sulphate-Cu

Meskipun kebutuhan akan copper sulphate tidak banyak, namun kekurangan atau tanpa pemberian Copper Sulphate (Cu) bisa menjadikan pertumbuhan tanaman kelapa sawit menjadi kurang optimal.

Manfaat Copper Sulphate (Cu) :

  • Sebagai bahan pembentuk klorofil
  • Sebagai katalisator dalam proses fisiologis pada tanaman kelapa sawit
  • Berfungsi mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase, asam butirat-fenolase serta laktase
  • Berperan penting dalam memetabolisme protein dan karbohidrat
  • Berperan juga dalam mengikat atau memfiksasi Nitrogen (N) secara simbiotis
  • Merupakan bahan penyusun lignin

Kekurangan atau Defesiensi Coper Sulphate (Cu) pd Tanaman Kelapa Sawit terlihat dari ciri-ciri :

  • Pada ujung daun tampak seperti terbakar pada bagian ujungnya yang tersebar tidak merata
  • Daun berwarna hijau pucat hingga kekuningan yang muncul di tengah-tengah anak daun muda
  • Bercak kuning berkembang di antara jaringan klorosis
  • Daun pendek, kuning pucat lalu mati
  • Pelepah tanaman berubah warna menjadi kuning kecoklatan

Kekurangan unsur hara Cu pada tanaman kelapa sawit sangat sering dijumpai pada lahan gambut atau berpasir dan dapat disebabkan akan tingginya pemberian magnesium, nitrogen dan phospat tanpa dibarengi pemberian Kalium (K) yang cukup. Dengan pemberian pupuk coper sulphate (Cu) pada tanaman kelapa sawit sesuai dengan dosis anjuran akan meningkatkan produksi kelapa sawit (TBS).

Pupuk Copper Sulphate (CuSO4) yang kami jual memiliki kandungan Cu sebesar 23 %, berwarna biru keputihan, berbentuk kristal.

  • Harga Pupuk Cu di kisaran Rp. 25 rb – 31 ribu per kg (harga tidak mengikat)
  • Kemasan : Karung Inner 25 Kg/bag
  • Origin : Taiwan

Penyakit Busuk Pangkal Batang (Ganoderma)

Apakah kebun Anda ingin terhindar dari Penyakit Busuk Pangkal Batang (Ganoderma)? NOGAN Solusinya BioFungisida Terbaik Indonesia, Hubungi Jimmi 0811614051.

Penyakit Busuk Pangkal Batang (Ganoderma).

NOGAN (Biofungisida Anti Ganoderma/Penyakit Busuk Pangkal Batang)

NOGAN (Biofungisida Anti Ganoderma/Penyakit Busuk Pangkal Batang)

Serangan Ganoderma Pada Kelapa Sawit

Serangan Ganoderma Pada Kelapa Sawit

Serangan Trichoderma Pada Pohon Kelapa Sawit

Serangan Trichoderma Pada Pohon Kelapa Sawit

Maraknya penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) yang disebabkan oleh Ganoderma boninense pada tanaman sawit hampir bisa dipastikan disebabkan oleh kerusakan ekosistem mikroba dalam tanah akibat salah satunya oleh penggunaan agroinput berbasis kimia yang terus menerus dan berlebihan, sehingga mengakibatan ketidakseimbangan antara populasi mikroba patogen Ganoderma dengan predator alaminya, yaitu Trichoderma atau jumlah musuh alaminya jauh lebih rendah dibandingkan dengan patogennya.

Kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat tidak adanya penanggulangan secara komprehensif adalah sangat-sangat besar. Sebagai contoh, wilayah kebun yang terkena serangan 7 % saja atau kematian rata-rata 10 pokok per hektar, maka untuk estate/kebun dengan wilayah 10.000 hektar kerugian mencapai 30 milyar per tahun (asumsi harga TBS 1500/kg).

Mengutip pernyataan Ganoderma Center dalam sebuah seminar bahwa masifnya serangan Ganoderma yang menyebabkan tumbangnya tanaman tanpa pandang bulu ini menunjukkan bahwa “yang sakit bukanlah tanamannya” dan “penyuburan” tanah mutlak harus dilakukan dalam membuat strategi jangka panjang pengendalian Ganoderma.

Konsep Revitalisasi Lahan

Program Revitaslisasi Lahan adalah suatu aktivitas atau upaya jangka panjang dan terus menerus untuk mengembalikan “kesehatan dan kesuburan” tanah, sehingga tanah akan menjadi media tumbuh yang sehat bagi tanaman diatasnya dan dengan demikian umur ekonomi tanaman akan lebih panjang dari potensinya.

PT. Mitra Sukses Agrindo Bogor adalah produsen khusus agroinput berbasis bio yang mempunyai produk unggulan untuk menunjang program revitalisasi lahan sawit antara lain sebagai berikut :

  • NOGAN adalah biofungisida berbasis 3 jenis Trichoderma, yaitu Trichoderma harzianum, Trichoderma Koningii dan Trichoderma Viride yang diformulasi menggunakan carrier yang mengandung nutrisi, hormon, enzim dan antibiotika serta dilengkapi dengan induser chitin yang merangsang Trichoderma menghasilkan enzim kitinase lebih banyak yang bermanfaat untuk menghancurkan dinding sel Ganoderma. Nogan mengandung foodbase berkualitas tinggi yang membuat populasi Trichoderma akan meningkat sangat cepat setelah diaplikasikan ke lapangan.
  • NOGAN selain mampu menghancurkan serangan Ganoderma selama masih di perakaran, juga membuat tanaman lebih cepat recovery menjadi vigor (kuat & sehat).
  • Infeksi Ganoderma yang sudah terjadi sampai batang tanaman, Trichoderma tidak mampu mengejar ke batang karena makanannya adalah C-Organik yang ada di tanah. Oleh karena itu tindakan pengendalian dengan memberikan NOGAN pada tanaman yang masih sehat adalah tindakan paling bijaksana untuk selalu memastikan musuh alami Ganoderma tetap tersedia.

 Dosis Anjuran NOGAN adalah sbb :

  1. Pembibitan : 50 – 100 gram/pokok
  2. Lubang Tanam : 200 – 300 gram/pokok
  3. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) : 300 – 400 gram/pokok
  4. Tanaman Menghasilkan (TM) : 400 – 600 gram/pokok

Teknik Aplikasi Pemberian Biofungisida NOGAN :

Aplikasi di pembibitan, NOGAN dicampur langsung ke media tanam, untuk lubang tanam cukup ditabur di dasar lubang, sedangkan untuk TBM maupun TM ditabur di piringan daerah perakaran aktif (feeding roots)

Kemasan & Penyimpanan NOGAN :

  • Kemasan laminated paper craft Netto 25 kg.
  • Penyimpanan di tempat teduh, kering, sejuk dan terhindar dari hujan dan sinar matahari langsung.

Dosis Pemberian Pupuk Berdasarkan Kelas Lahan

LOKASI KEBUN PADA SETIAP KELAS LAHAN

1. Lahan Kelas 1, meliputi daerah :

• Cintaraja
• Batang Sarangan
• Bungtanjung
• Kuala Kerapoh
• Tanjung Beringin
• Teluk Panji
• Padang Brahrang
• Ophir
• Bandar Khalifah
• Batang Kuis
• Helvetia
• Klumpang
• Saentis
• Sampali
• Sungai Semayang
• Marihat
• Mariendal
• Ambalutu
• Bah Bulian
• Bah Lias
• Bah Jambi
• Bangun
• Balimbingan
• Pasir Mandoge
• Bekala
• Blangkahan
• Bukit Maraja
• Bungara
• Bungku I s/d IV Dolor Ilir
• Dolok Ulu
• Dolok Merangir
• Dolok Sinumbah
• Gunung Bayu
• Hutapadang
• Kerasaan
• Laras
• Makapa
• Merancar
• Marpinggan
• Mayang
• Marijike
• Namutongan
• Pandauke
• Pulomandi
• Pulo Rambung
• Rambe
• Buluhlaga
• Rimbo Bujang
• Rimbun
• Simalingkar
• Simbolon
• Simirik
• Sungai Penjara
• Sungai kopas
• Sungai Silau
• Tanah Itam ulu
• Tanjung Putri
• Tanjung Timur
• Tiga Juha
• Tolili
• Turangie

2. Lahan Kelas 2, meliputi daerah :

• Sungai Bejangkar
• Tanjung Jati
• Adolina Ulu
• Aek Buru Selatan
• Aek Kulim
• Aek Loba
• Aek Natas
• Aek Pamienke
• Aek/Sei Pancur
• Aek Selabat
• Aek Tarum
• Air Batu
• Alang Bombon
• Bahlang
• Bandar Pinang
• Bandar Bejambu
• Bandar Betsi
• Bandar Meriah
• Bangun Bandar
• Batang Toru
• Batu Anam
• Batu Lokong
• Batu Rata
• Bagerpang
• Bekiun
• Bengabing
• Berangir
• Buntu Meraja
• Dolok
• Dolok Merangir
• Gunung Masehi
• Gunung Melayu
• Gunung Pamela
• Gunung Para
• Gunung Monako
• Greahan
• Havea
• Hutapadang
• Kampung Pajak
• Kota Batu
• Kuala Gunung
• Kuala Piasa
• Laras
• Laut Tador
• Lima Puluh
• Lima Mungkur
• Mancang
• Mayang
• Melati
• Mendaris
• Pabatu
• Padang Halaban
• Padang Sikait/Batu Gajah
• Panigoran
• Paya Mabar
• Paya Pinang
• Pantai Labu
• Pematang Panjang
• Pernantian
• Piasa Ulu
• Pijor koling
• Pinggol Toba
• Pulau Maria
• Pulau Raja
• Rambong
• Rambong Sialang
• Ramunia
• Saranggiting
• Sentral
• Seulimeum
• Sipispis
• Siringoringo
• Sungai Birong
• Sungai Mangkei
• Sungai Merah
• Sungai Putih
• Siansimun
• Silinda
• Sukaluwei
• Tanah abang
• Tanah Besi
• Tanah Raja
• Tanah Gambus
• Tanjung Garbus
• Tanjung Purba
• Teluk Dalam
• Tiga Juhar
• Timbang Deli
• Timbang Serdang
• Tinjauan
• Tinggiraja
• Tonduhan
• Matapao
• Bilah
• Kuala Pasilam
• Manduamas
• Padang Mahondang
• Sennah
• Serapoh
• Sungai Buluh
• Sungai Langkei
• Tanjung Beringin
• Adolina Ilir
• Gurah Batu
• Kuala Namu
• Pintahan

3. Lahan Kelas 3, meliputi daerah :

• Aek Nabara
• Aek Raso
• Aek Tarum/TS
• Aek Torop
• Agro Palindo
• Aliaga
• Arut Selatan
• Bagan Batu
• Bagan Senembah
• Barumun
• Baserah
• Batang Ara
• Batang Seponggol/Milano
• Blang Simpo
• Bukit Gapuk
• Bukit Lima
• Bukit Mas
• Bukit Sentang
• Bulu Telang
• Bukit udang
• Cerenti
• Cibaliung
• Cikampak
• Dama Tutong
• Danau Sebuluh
• Duri XIII/SD
• Dusun Tua
• Gebang Sewangi
• Gedung Biara
• Gergas
• Halaban
• Hutagodang
• Idi Coet
• Jambureuhat
• Julu Rayeu
• Kayangan
• Ketahun
• Kotalama
• Kotaraya
• Kota Tengah
• Kota Kampar
• Kirana
• Kuala Kerapoh
• Kuala Sawit
• Lae Butar
• Loa Tebu – Senoni
• Lubuk Raya
• Meredan-Simpang
• Beringin
• Meurudu/Trienggading
• Napal
• Normark
• Padang Langkat
• Padang Malangka
• Pangkalan Bunut
• Pangkatan
• Paya Rumbai
• Pematang Tengah
• Penaron
• Perlabian
• Perkebunan Sawit Langkat
• Pinarik-Papaso
• Pulau Punjung
• Rantau Baru
• Rantau Kasai
• Rimbo Sibodak
• Sawit Sebrang
• Sawit Ulu
• Sei Bangko
• Sei Batang Ulak
• Sei Kuko
• Sei Pingai
• Seumayam
• Seunagan
• Segati
• Sekoci
• Serdang Hulu/Langkat
• Sikijang Mati
• Sungai Daun/Milano
• Sungai Liput
• Sungai Musam
• Siberida
• Siragian
• Sisumut
• Sosa
• Sungai Daun/PTP
• Sungai Kebara
• Sungai Meranti
• Sungai Pagar (Atas)
• Sungai Rumbiya
• Sungai Tapung
• Gunung Sahilan
• Taman Raja
• Tungkai ulu
• Tambunan
• Tanjung Ale
• Tanjung Medan
• Tenggulan Besar
• Timpeh
• Tor Gamba
• Tor Ganda
• Asam Jawa
• Avia/Nias
• Gohor Lama (bawah)
• Kambitin
• Kotalama
• Sei Kalam
• Sukaramai/SSL
• Sungai Pagar (bawah)
• Sungai Nilo (rendahan)
• Teluk Panji
• Aek Goti
• Aek molek
• Bangkinang
• Blangkolam
• Daludalu
• Gunung Lagan
• Hutagodang
• Kalianta
• Kotabatak
• Lubuk Dalam
• Muara Bulian
• Nagargar
• Petapahan
• Pangkalan Bunut
• Pantai Raja
• Peranap
• Samsam
• Simpang Libo
• Sipare-pare
• Sorek
• Sungai Buatan
• Sungai Galuh
• Sungai Garo
• Sungai Petani
• Sungai Nilo
• Tambusai
• Tandan Ukui
• Betung
• Buluhcawang
• Bumiharja
• Bungo-Tebo
• Burnai Timur
• Dabuk Rejo
• Kambitin
• Kumai/Sekunyir
• Langgapayung/ABM
• Lipai
• Lipat Kain
• Melania-Alicia-Sanna
• Muara Tawe
• Muara Wahau
• MP Entakai
• Musi Banyuasin/TS
• Ngabang Perindu
• Pematang Panggang
• Selapan jaya
• Sintang
• Sukamulia
• Sungai Kuning
• Tabalong
• Tania Selatan
• Telaga Hikmat
• Topaz

4. Lahan Gambut, meliputi daerah :

• Ajamu
• Aek Horsik
• Asam Jawa (gambut)
• Bilah
• Gersindo
• Langgam
• Manduamas/SGSR
• Masang Kiri-Kanan
• Pantai Raja
• PHP
• Sungai Pinang
• Teluk Panji/ABM
• Bumi Pratama Khatulistiwa
• Hari Sawit
• Hutaraja
• Tanjung Medan/Nubika
• Tanjung Selamat
• Batahan
• Jatim Jaya Perkasa
• Merbau Jaya
• Sabahuta Jaya

Dosis Pemberian Pupuk Mahkota (kg/pohon/tahun) Berdasarkan Umur Tanaman Kelapa Sawit :

  • NPK MAHKOTA Granular 12 – 12 – 17 – 2 + TE :

Lahan Kelas 1 :
– TBM = 2,25 – 3,00 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 thn = 4,00 – 5,00 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 thn = 5,50 – 7,00 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 4,75 – 6,50 kg/pohon/tahun

Lahan Kelas 2 :
– TBM = 3,25 – 4,00 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 5,25 – 6,00 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 7,25 – 8,25 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 6,75 – 7,25 kg/pohon/tahun

Lahan Kelas 3 :
– TBM = 4,25 – 5,00 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 6,25 – 7,75 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 8,50 – 9,00 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 7,50 – 8,00 kg/pohon/tahun

Lahan Gambut :
– TBM = 2,50 – 3,00 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 5,00 – 5,75 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 7,75 – 9,00 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 6,50 – 7,00 kg/pohon/tahun

  • NPK MAHKOTA Granular 12 – 6 – 22 – 3 + TE :

Lahan Kelas 1 :
– TBM = 2,50 – 3,25 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 thn = 4,00 – 5,75 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 thn = 6,00 – 7,25 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 5,00 – 6,75 kg/pohon/tahun

Lahan Kelas 2 :
– TBM = 3,50 – 4,25 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 5,75 – 6,00 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 7,50 – 8,00 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 7,00 – 7,50 kg/pohon/tahun

Lahan Kelas 3 :
– TBM = 4,50 – 5,00 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 6,25 – 8,25 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 8,25 – 9,50 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 7,75 – 8,00 kg/pohon/tahun

Lahan Gambut :
– TBM = 2,50 – 3,00 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 5,00 – 5,75 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 8,00 – 9,00 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 6,50 – 7,50 kg/pohon/tahun

  • NPK MAHKOTA Granular 13 – 8 – 27 – 4 + 0,5B :

Lahan Kelas 1 :
– TBM = 2,25 – 3,25 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 thn = 3,50 – 5,50 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 thn = 5,50 – 7,75 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 4,50 – 6,00 kg/pohon/tahun

Lahan Kelas 2 :
– TBM = 3,25 – 4,00 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 5,50 – 6,75 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 7,75 – 8,00 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 6,00 – 6,25 kg/pohon/tahun

Lahan Kelas 3 :
– TBM = 4,25 – 4,75 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 7,00 – 8,00 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 8,25 – 9,00 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 6,50 – 8,00 kg/pohon/tahun

Lahan Gambut :
– TBM = 2,50 – 3,00 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 4,50 – 5,50 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 6,50 – 7,75 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 5,00 – 6,50 kg/pohon/tahun

  • NPK MAHKOTA Granular 13 – 6 – 27 – 4 + 0,65B :

Lahan Kelas 1 :
– TBM = 2,25 – 3,25 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 thn = 3,50 – 5,50 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 thn = 5,50 – 7,75 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 4,50 – 6,00 kg/pohon/tahun

Lahan Kelas 2 :
– TBM = 3,25 – 4,00 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 5,50 – 6,75 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 7,75 – 8,00 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 6,00 – 6,25 kg/pohon/tahun

Lahan Kelas 3 :
– TBM = 4,25 – 4,75 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 7,00 – 8,00 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 8,25 – 9,00 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 6,50 – 8,00 kg/pohon/tahun

Lahan Gambut :
– TBM = 2,50 – 3,00 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 4,50 – 5,50 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 6,50 – 7,75 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 5,00 – 6,50 kg/pohon/tahun

  • KCL (MOP) MAHKOTA :

Lahan Kelas 1 :
– TBM = 1,00 – 1,25 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 thn = 1,50 – 1,75 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 thn = 2,00 – 2,25 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 1,50 – 1,75 kg/pohon/tahun

Lahan Kelas 2 :
– TBM = 1,25 – 1,75 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 1,75 – 2,25 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 2,25 – 2,75 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 1,75 – 2,25 kg/pohon/tahun

Lahan Kelas 3 :
– TBM = 1,75 – 2,25 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 2,25 – 2,75 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 2,75 – 3,25 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 2,25 – 2,75 kg/pohon/tahun

Lahan Gambut :
– TBM = 2,25 – 3,00 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 2,75 – 3,50 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 3,25 – 4,00 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 2,75 – 3,00 kg/pohon/tahun

  • ROCK PHOSPHATE (RP) MAHKOTA :

Lahan Kelas 1 :
– TBM = 0,50 – 1,00 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 thn = 1,00 – 1,50 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 thn = 1,50 – 2,00 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 1,00 – 1,50 kg/pohon/tahun

Lahan Kelas 2 :
– TBM = 1,00 – 1,50 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 1,50 – 2,00 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 2,00 – 2,50 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 1,50 – 2,00 kg/pohon/tahun

Lahan Kelas 3 :
– TBM = 1,50 – 2,00 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 2,00 – 2,50 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 2,50 – 3,00kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 2,00– 2,50 kg/pohon/tahun

Lahan Gambut :
– TBM = 1,75 – 2,25 kg/pohon/tahun
– Usia 3 – 8 tahun = 2,25 – 2,75 kg/pohon/tahun
– Usia 9 – 14 tahun = 2,75 – 3,25 kg/pohon/tahun
– Usia > 14 tahun = 2,25 – 2,75 kg/pohon/tahun

Abu Janjang Sawit (Palm Bunch Ash)

Abu Janjang Sawit merupakan hasil dari pengabuan dari janjangan kosong di dalam incinerator. Produksi dari abu janjang sendiri adalah kira-kira 0,5 % dari Tandan Buah Segar (TBS). Abu janjang memiliki kandungan Kalium (K) yang cukup tinggi yang dapat dipakai sebagai alternatif pengganti pupuk KCL (MOP). Setiap 1 Kilogram (Kg) abu janjang setara dengan 0,6 kg KCL/MOP.

Abu Janjang Sawit (Palm Bunch Ash).jual-abu-janjang-sawit

abu janjang sawit

abu janjang sawit

Pemberian Abu Janjang berguna dalam memenuhi unsur Kalium/potasium yang sangat dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit serta sebagai bahan pengapuran untuk menaikkan pH tanah. Dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemupukan dengan menggunakan Abu Janjang di lahan gambut lebih efektif dibandingkan dengan pemberiaan pupuk KCL/MOP.

Tandan kosong kelapa sawit dengan bentuk limbah padat dapat dibakar menghasilkan abu tandan. Abu janjang dari tandan yang dibakar di incinerator tersebut mengandung unsur K2O sebesar 30 – 40 %, 7 % P2O5, 9 % CaO & 3 % MgO. Disamping itu ternyata Abu janjang juga mengandung unsur hara mikro Fe sebesar 1.200 ppm, Mn 1.000 ppm, Zn 400 ppm, dan Cu 100 ppm.

Dari gambaran secara umum, pabrik yang mengolah kelapa sawit dengan kapasitas 1.200 ton TBS per hari akan mampu menghasilkan abu tandan sebanyak 10,8 % atau sekitar 129,6 ton abu janjang per hari atau sebanding dengan 5,8 ton KCL/MOP, 22 ton Kieserite (Magnesium), & 0,7 ton TSP. Dan dengan menambahkan polimer tertentu pada abu janjang dapat dibuat pupuk granul dengan kadar K2O 30 – 38 % dengan pH 8 – 9.

Dengan semakin mahalnya pupuk KCL (MOP) yang sering dihadapi usaha perkebunan kelapa sawit, maka dengan menggunakan Abu janjang sawit, biaya produksi dalam hal ini pemupukan dengan menggunakan KCL dapat ditekan secara signifikan dengan menggantinya dengan Abu janjang (palm bunch ash).

Sifat-sifat dari Abu janjang :

  • Sangat alkalis (pH = 12)
  • Sangat higroskopis atau mudah menyerap uap air dari udara
  • Dapat mengiritasi tangan sehingga dianjurkan delam pemupukan menggunakan sarung tangan
  • Unsur hara yang terkandung di dalamnya sangat mudah larut dalam air

Karena sifat tersebut, sebaiknya abu janjang sawit sebaikanya cepat diaplikasikan (jangan disimpan terlalu lama). Penyimpanan juga harus dalam keadaan baik (di dalam karung dengan inner bag). Pemberian abu janjang sawit sangat efektif diberikan di lahan gambut (tanah masam) dan diberikan pada Tanaman yang sudah menghasilkan (TM). Untuk lahan gambut/masam abu janjang diberikan minimal setahun sekali.

Pupuk Unsur-Unsur Mikro

Pupuk Unsur Mikro

Jenis pupuk atau senyawa kimia yang sering digunakan sebagai pupuk Unsur Mikro antara lain :

1. Unsur Boron (B) atau Borate/Borax
• Borax : mengandung 10,6 % B, berwarna putih dan larut dalam air
• Gelas Borosilikat : karena sangat mudah larut dalam air, maka Boron mudah sekali tercuci dan cepat hilang dari tanah. Untuk antisipasi hal tersebut, garam-garam dari unsur mikro sering disenyawakan (fused) dengan gelas yang kemudian disebut frits. Bila diberikan ke tanah maka unsure-unsur mikro tersebut dilepaskan sedikit demi sedikit bersamaan dengan melarutnya gelas tersebut. Kandungan B3 – 6%
• Asam Borat : cairan (H3B)3) dengan B 17%
• Solubor : dapat dilarutkan di air kemudian disemprotkan melalui daun, kadar B = 20 %

2. Unsur Tembaga (Cu)
• Terusi : CuSo45H2O, dapat digunakan melalui daun atau tanah
• Mengandung 25,5 % Cu dan 12,8% S
• Mudah larut dalam air

3. Unsur Besi (Fe)
• Ferosulfat : FeSO47H2O
• Mengnadung 19 % Fe dan sering digunakan untuk penyemprotan daun-daun yang khlorosis (kurang hijau daun)
• Untuk penyemprotan tersebut biasanya digunakan larutan yang mengandung 4 % – 6 % ferosulfat
• Fe – Khelat : NaFe EDTA, mengandung 5 – 14 % Fe (EDTA = Ethylene Diamine Tetra Accticacid)

4. Unsur Mangan (Mn)
• Mangono Sulfat : MnSO4 3H2O, mengandung 26 % – 28 % Mn dan 15 % S
• Mn-Khelat : Mn EDTA, mengandung n12 % Mn

5. Unsur Molibdenum (Mo)
• NH4 – molibdat
• Na – molibdat

6. Unsur Zinc (Zn)
• Zinc Sulfat : ZnSO4 H2O, mengandung 36 % Zn, dapat diberikan melalui tanah atau daun
• Zn-Khelat : Na2Zn EDTA, mengandung 14 % Zn

Related Post :

Pengertian Pupuk Majemuk dan Sifat-sifatnya