Supplier Biofungisida Trichoderma di Medan

Ready stock Biofungisida Trichoderma NOGAN, Solusi Paling Efektif untuk mengendalikan Penyakit Tanaman Akibat Jamur Patogen, Hubungi Jimmi 0811614051 utk pemesanan.

Biofungisida Trichoderma NOGAN.

supplier-biofungisida-trichoderma-di-medan

NOGAN

NOGAN

supplier-biofungisida

Biofungisida NOGAN Trichoderma berisi isolat jamur hijau Trichoderma spp. yang diformulasikan dengan food base dan carrier bermutu tinggi yang bisa meningkatkan populasi koloni secara signifikan.

Jamur ini bersifat antagonis terhadap semua jenis patogen terhadap semua patogen tular tanah (soil borne pathogen) penyebab penyakit pada segala jenis tanaman yang dibudidayakan.

NOGAN Trichoderma mengandung 107 – 108  colony forming unit (cfu)/gram jamur hijau (Trichoderma spp)

NOGAN berbentuk serbuk halus yang membuat efektivitasnya sangat tinggi.

Jamur hijau Trichoderma spp hidup sebagai saprofit di sekitar perakaran di dalam tanah dengan tingkat pertumbuhan yang sangat cepat, bersifat endofit dan bersimbiosis dengan tanaman inang sehingga tanaman menjadi kebal terhadap serangan penyakit.

KEUNGGULAN NOGAN Trichoderma dibandingkan dengan Produk lain :

  • Kemampuan untuk menghasilkan sejumlah enzyme yang ekstraseluler ß (1,3), glukanase dan kitinase yang berfungsi melarutkan dinding sel pathogen
  • Kemampuan yang menghasilkan Trichoderma bila jamur hijau ini tumbuh pada tanaman hidup yang mampu menghambat pertumbuhan pathogen
  • Jamur hijau ini memiliki aktivitas metabolik hifa yang tinggi pada bahan organik sehingga mampu menyerang dan menghancurkan propagul pathogen di sekitarnya
  • Menghasilkan antibiotika gliotoksin & viridin yang dapat melindungi bibit tanaman dari serangan penyakit

MANFAAT NOGAN Trichoderma :

  • NOGAN Trichoderma berfungsi sebagai penghambat timbulnya toksin atau racun yang dikeluarkan oleh pathogen penyebab penyakit pada tanaman
  • Jamur ini memiliki kemampuan tinggi untuk mengendalikan penyakit layu dan bercak daun yang menyerang tanaman terutama pada saat fase pembibitan atau di lahan pertanaman
  • Membuat tanaman lebih vigor (tumbuh sehat dan kuat)
  • Meningkatkan daya tahan tanaman dari serangan patogen terutama tular tanah
  • Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan akar
  • Memiliki kemampuan memperbaiki kesuburan dan kesehatan tanah
  • Menghasilkan senyawa zat pengatur tumbuh bagi tanaman

PATOGEN SASARAN :

  • Botrytis sp. : Penyakit Busuk Buah
  • Cercospora : Penyakit Bercak Daun
  • Colletothrichun sp. : Penyakit ‘Patek’/Antraknosa
  • Fusarium sp. : Penyakit Layu Jamur
  • Ganoderma sp. : Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit
  • Oidium sp. : Penyakit Embun tepung
  • Pythium sp. : Busuk Pangkal Batang
  • Phytopthora sp. : Penyakit Busuk Buah, Akar, umbi, Batang dan Daun
  • Rigidophorus sp. : Penyakit Jamur Akar Putih
  • Rizoctonia sp. : Penyakit Hawar
  • Sclerotium sp. : Penyakit Busuk Akar/Batang
  • Gloeosporium sp. : Penyakit Bintik Daun dan Penyakit Layu Bunga
  • Cortisium sp. : Penyakit Jamur Upas
  • Plasmodiophora sp. : Penyakit Akar Gada

SASARAN KOMODITI/TANAMAN :

  • Tanaman Hortikultura seperti sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan lain-lain
  • Tanaman Pangan seperti padi, kacang-kacangan, ubi kayu, jagung dll.
  • Tanaman Perkebunan, tanaman hutan industri dll.

PETUNJUK PENGGUNAAN :

  1. Perlakuan Benih dan Bibit untuk semua tanaman :
  • Untuk Benih : basahi benih dengan air, kemudian campurkan benih tersebut dengan NOGAN TRICHODERMA ke dalam kantong plastik dengan perbandingan 5 – 10 gram per 100 gram benih
  • Untuk Bibit : Larutkan NOGAN TRICHODERMA dengan dosis 4 gram dalam 1 liter air kemudian celupkan/rendam bibit ke dalam larutan tersebut.

Air sisa rendaman dapat digunakan untuk disiramkan secara merata pada media tanam atau disemprotkan pada akar, batang dan daun.

2. Pemeliharaan Tanaman Pangan & Hortikultura :

Campurkan NOGAN Trichoderma sebanyak 4 gram per 1 liter air kemudian semprotkan ke tanaman sayur atau hortikulura lainnya, batang dan sekitar perakaran dengan frekuensi 1 x seminggu.

KEMASAN & PENYIMPANAN :

  • Kemasan Plastik vacuum dalam kotak isi 5 x 10 gram alumunium foil bag
  • Simpan di tempat teduh, kering, sejuk, tertutup rapat dan terhindar dari hujan dan sinar matahari langsung

Jual Trichoderma di Pekanbaru Riau

Menyediakan Biofungisida Trichoderma Terbaik di Indonesia, NOGAN Efektif Mencegah Penyakit Busuk Pangkal Batang (Ganoderma), Hubungi Jimmi Suyanto 0811614051.

Biofungisida Trichoderma di Pekanbaru Riau.

NOGAN

NOGAN

Serangan Ganoderma Pada Kelapa Sawit

Serangan Ganoderma Pada Kelapa Sawit

trichoderma

Ganoderma atau Penyakit Busuk Pangkal Batang benar-benar menjadi monster yang mengerikan karena mengancam investasi perkebunan sawit di negara kita. Jamur patogen yang lebih dikenal dengan Ganoderma boninense ini mempunyai daya rusak yang luar biasa apabila sudah menginfeksi batang sawit dimana pangkal batang akan busuk dan tumbang.

Penyakit yang ditimbulkan akibat jamur ini disebut dengan istilah busuk pangkal batang atau Basel Stem Rot (BSR) dan jika terjadi pada batang atas disebut Upper Stem Rot (USR). Kedua duanya terjadi disebabkan karena translokasi air dan hara terputus akibat rusaknya lignin pada batang sawit.

Kerugian kebun yang diakibatkan serangan Ganoderma dapat dihitung dengan sangat sederhana sebagai berikut :

“Apabila Tanaman mati 10 pokok per Hektar saja, maka dengan standar produksi tanaman 200 kilogram per pokok per tahun, maka kerugian per hektar per tahun adalah 2.000 kilogram. Dengan asumsi harga TBS Rp. 1.000 jelas akan membuat kerugian per hektar per tahun sebesar Rp. 2 juta atau untuk satu estate mencapai 10.000 hektar kerugian akibat serangan jamur Ganoderma ini sudah mencapai Rp. 20 milliar. Suatu angka yang sangat besar yang apabila terus dibiarkan tanpa antisipasi pencegahan maka hampir dipastikan jamur tular tanah ini akan terus memperluas serangan dengan menggerogoti populasi sawit yang pada akhirnya menimbulkan kerugian besar pada investasi perkebunan kelapa sawit.”

Anggapan selama ini bahwa serangan Ganoderma hanya terjadi pada tanaman generasi tua usia 60-80 tahun, saat ini telah dipatahkan dengan fakta bahwa serangan terjadi pada tanaman generasi pertama atau usia di bawah 25 tahun baik di Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, bangka Belitung, Jambi, Lampung bahkan sampai Kalimantan.

Berdasarkan pengamatan tim Research & Development PT. Mitra Sukses Agrindo selaku produsen NOGAN, kerusakan akibat jamur patogen lebih banyak dijumpai pada tanah-tanah bekas tanaman karet, kelapa atau tanah-tanah dengan tekstur pasir. Ancaman Ganoderma ini tidak main-main, karena fakta serangan yang sudah terjadi sangat massif dijumpai di Sumatera Utara, dimana usia tanaman 8 tahun tanpa upaya penanggungan yang berarti populasi tinggal 60%.

Penyebab utama merebaknya infeksi Ganoderma yang dirasakan sekarang hampir dipastikan karena kerusakan agroekosistem dalam tanah perkebunan, dimana musuh alami jamur pathogen semakin berkurang akibat tekanan lingkungan termasuk penggunaan produk kimia berlebihan. Sementara penyebaran spora Ganoderma melalui air, angin dan serangga terus terjadi. Menurut Ir. Darmono Taniwiryono, MSc, seorang pakar Ganoderma mengatakan bahwa wabah spora Ganoderma sudah seperti “kabut asap” yang siap menginfeksi tanaman sawit dimana saja apabila pertahanan musuh alaminya lemah.

Adanya tanaman inang sebelumnya seperti bekas karet dan kelapa akan memperparah tingkat serangan karena Ganoderma yang selam ini dorman menemukan lingkungan untuk berkembang tanpa hambatan musuh alami yang berarti. Musuh alami yang seharusnya dipertahankan dalam tanah perkebunan adalah keberadaan Trichoderma.

Gejala serangan awal Ganoderma sering tidak mudah terdeteksi karena penularan yang utama melalui akar sehingga sulit menentukan batas penyebarannya. Apabila tidak dikendalikan, kehancuran populasi sawit bisa mencapai 60%. Serangan Ganoderma menurunkan produksi dan diduga juga menurunkan rendemen minyak sawit atau CPO.

Populasi musuh alami Ganoderma di perkebunan sawit umumnya relatif rendah, akibat penggunaan produk kimia yang berlebihan.

NOGAN adalah biofungisida berbasis Trichoderma yang sangat efektif mencegah serangan Ganoderma. NOGAN diaplikasikan di kebun dalam rangka melipatgandakan Trichoderma secara sangat cepat untuk menghentikan serangan Ganoderma, sekaligus untuk membuat tanaman Vigor dan cepat Recovery.

Biofungisidan NOGAN merupakan biofungisida yang berbasis Trichoderma selektif dan sudah teruji mampu mengendalikan Ganoderma. Trichoderma selektif tersebut adalah Trichoderma harzianum, Trichoderma pseudokoningii dan Trichoderma viride.

NOGAN yang telah mengantongi izin Kementan RI dengan No. RI. 01020120124308 dan Patent No. D002011002534 menawarkan berbagai macam keunggulan sbb :

  • NOGAN mudah diaplikasikan, karena berbentuk serbuk sehingga cukup ditabnr tanpa banyak merubah budaya kerja kebun
  • NOGAN membuat tanaman menjadi lebih vigor (tanaman kuat dan sehat), karena diformulasi dengan carrier yang mengandung hormon pertumbuhan, asam-asam amino dan antibiotika
  • NOGAN meningkatkan populasi Trichoderma yang merupakan musuh alami Ganoderma di zona perakaran sawit dengan sangat cepat karena diformulasi dengan food base kualitas tinggi yang sangat sinergi. Bahan pembawa atau carrier dalam Nogan terseleksi, aman dalam penyimpanan dan transportasi serta tidak mengundang hama seperti tikus dan babi di lapangan
  • NOGAN mengandung induser chitin yang mampu merangsang Trichoderma menghasilkan enzyme chitinase yang dapat menghancurkan dinding sel Ganoderma yang terbuat dari senyawa chitin dengan sangat efektif.

Mekanisme Kerja yang terjadi dari aplikasi NOGAN adalah sebagai berikut :

  1. Trichoderma dalam NOGAN memenangkan persaingan di dalam tanah melalui : (a) perebutan tempat khususnya di wilayah permukaan akar, (b) pembentukan koloni secara lebih cepat
  2. Bahan pembawa yang kaya akan asam-asam amino, asam humat, antibiotika dan asam organik dalam NOGAN mampu merangsang pertumbuhan akar-akar baru
  3. Meningkatkan kekebalan tanaman sawit dimana enzim hidrolitik yang dikeluarkan oleh Trichoderma merangsang tanaman mengeluarkan antibodi berupa fitoaleksin dan terpenoid
  4. Trichoderma menyerang Ganoderma secara mematikan
  • Enzim chitinase dan glucanase yang dihasilkan oleh Trichoderma akan merusak dinding sel Ganoderma
  • Terjadi inaktivasi enzim lignase yang dihasilkan Ganoderma

Trichoderma sebagai musuh alami Ganoderma sudah seharusnya hadir dalam tanah dengan jumlah populasi yang cukup. Apabila kondisi ekosistem berada pada keseimbangan alamiah, maka pergerakan Ganoderma dalam tanah semestinya dapat dihentikan oleh Trichoderma sebelum sampai pada batang sawit. Hal ini adalah siklus alamiah yang terjadi pada kondisi agroekosistem bekerja baik. Namun pada kondisi tanaman sudah terinfeksi dan agroekosistem tidak bekerja baik, maka harus ada upaya perbaikan dalam bentuk perbanyakan musuh alami secara cepat untuk kepentingan ini dianjurkan penggunaan NOGAN sebaiknya diaplikasikan sejak pembibitan, pada lubang tanam serta pada TBM dan TM. Hal ini sangat penting untuk memastikan populasi musuh alami Ganoderma tetap tersedia dalam tanah.

Jual Biofungisida Trichoderma di Medan

Anda sedang mencari Trichoderma Berkualitas Tinggi? NOGAN Solusinya, merupakan satu-satunya Biofungisida Pilihan Terbaik, untuk Pemesanan Hubungi Jimmi Suyanto 0811614051.

Biofungisida Trichoderma.

NOGAN

jual-trichoderma

trichoderma

Ancaman Ganoderma terhadap tanaman kelapa sawit akhir-akhir ini semakin banyak diperbincangkan , sebab telah terbukti bahwa saat ini Ganoderma dapat menginfeksi tanaman muda generasi pertama, dimana sebelumnya kita hanya mendengar dan menyaksikan bahwa serangan hanya terjadi pada tanaman tua generasi tiga dan empat atau perkebunan dengan usia 60 sampai 80 tahun. Penyakit yang ditimbulkan sering disebut Busuk Pangkal Batang atau dikenal dengan istilah Basal Stem Rot (BSR). Apabila serangan sudah mencapai stadium berat pohon otomatis akan tumbang.

Kerugian yang ditimbulkan akibat serangan Ganoderma ini sangat luar biasa, karena populasi tanaman akan tergerus terus apabila tidak ada langkah pengendalian konkrit. Sementara belum ditemukan obat yang mampu mengatasi secar curative, dan jika pun ditemukan obatnya yang terjadi masalah berikutnya adalah sulit mendeteksi  batas penyebarannya karena penularan yang terjadi lebih banyak karena kontak melalui perakaran. Ganoderma Center pada tahun 2011 dalam suatu seminar menyatakan beberapa perkebunan (estate) di daerah yang sudah terinfeksi berat, maka kerusakan populasi bisa mencapai 60%.

Penurunan produktivitas minyak sawit akibat infeksi Ganoderma ini selain disebabkan karena turunnya populasi, juga diduga infeksi ini berpengaruh terhadap penurunan rendemen minyak sawit.

Heri DB, Presidir PT. Mitra Sukses Agrindo sebagai produsen Biofungisida NOGAN mengatakan bahwa bahaya serangan Ganoderma bagi sebagian perusahaan perkebunan masih belum dipandang serius. Pandangan ini disebabkan 2 faktor, yakni gejala awal serangan Ganoderma cenderung tidak mudah dideteksi karena dalam beberapa kasus gejala nya menyerupai defisiensi hara, tanda serangan mudah dikenali kalau sudah muncul tubuh buah (basidiocarpa). Namun, kondisi ini sudah terlambat mengingat tanaman sudah mati.

Faktor kedua adalah pengetahuan para pemilik kebun (planters) tentang gejala penyakit akibat serangan Ganoderma pada sebagian besar perkebunan masih sangat terbatas. Hal ini dapat dimaklumi, karena selama ini serangan Ganoderma diyakini hanya terjadi pada tanaman generasi tua.

Maraknya penyebaran infeksi Ganoderma atau Busuk Pangkal Batang akhir-akhir ini disebabkan ketidakseimbangan ekosistem, dimana populasi musuh alami jamur pathogen sudah menurun drastis yang salah satunya disebabkan karena penggunaan produk-produk kimia berlebihan. Akibatnya terjadi penurunan bahan organik tanah yang merupakan makanan musuh alami Ganoderma, sedangkan jamur pathogen Ganoderma ini terus mencari makanan berupa lignin dimulai dari perakaran sampai menuju batang sawit tanpa diganggu musuh alaminya.

Musuh alami Ganoderma adalah Tricodherma yang seharusnya hadir secara alamiah dengan populasi cukup. Apabila kondisi ekosistem berada pada keseimbangan alam, sehingga pergerakan jamur pathogen menuju batang sawit akan terhenti dengan hadirnya musuh alami yang mematikannya.

Satu-satunya cara pengendalian Ganoderma di perkebunan adalah memasukkan dan melipatgandakan populasi Trichoderma jenis tertentu yang efektif menghancurkan jamur pathogen Ganoderma Boninense.

Salah satu produk biofungisida berbasis Trichoderma yang sangat efektif menghancurkan Ganoderma adalah NOGAN produksi PT. Mitra Sukses Agrindo (MSA).

Keunggulan NOGAN dibandingkan dengan produk lain adalah :

  • Bahan aktif terdiri dari tiga spesies Trichoderma pilihan , yaitu T. harzianum, T. pseudokoningii dan T. viride dengan induser yang mampu memproduksi lebih banyak enzim chitinase yang sangat efektif untuk menghancurkan dinding sel Ganoderma
  • Aplikasi sangat mudah dan cepat karena berupa tepung yang hanya dengan ditabur sehingga merubah budaya kerja kebun
  • Carrier yang digunakan diformulasi secara khusus dengan bahan-bahan yang kaya asam humat dan asam organik lain, sehingga membuat tanaman mudah recovery, lebih vigor (kuat dan sehat) serta tidak mengandung hama seperti semut, tikus, dll
  • NOGAN dengan bahan aktif dan induser serta carrier pilihan tersebut mampu meningkatkan populasi Trichoderma di daerah perakaran dengan sangat cepat
  • Aplikasi NOGAN sangat mudah, yaitu dengan cara ditabur seperti pemupukan pada umumnya sehingga tidak merubah budaya kerja kebun, untuk pembibitan dan tanam cukup ditabur didalam polibag dan lubang tanam.

Rekomendasi untuk membebaskan resiko terhadap infeksi Ganoderma, sebaiknya NOGAN digunakan sejak pembibitan, pupuk lubang, TBM dan TM untuk memastikan populasi musuh alami tetap tersedia cukup untuk menghentikan agresi jamur pathogen Ganoderma.

Dosis Anjuran Per Pokok :

  1. Pembibitan  : 50 – 100 gram
  2. Lubang Tanam : 200 – 300 gram
  3. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) : 300 – 400 g/tahun
  4. Tanaman Menghasilkan (TM)  : 400 – 600 gram/tahun

Petunjuk Aplikasi :

  • Untuk Pembibitan : NOGAN dicampur langsung dengan media tanam, baik pre-nursery maupun main-nursery
  • Tindakan Pencegahan : NOGAN ditabur di lubang tanam dan di piringan untuk TBM dan TM. Untuk tanaman terinfeksi, maka tindakan isolasi dilakukan dengan cara menggali piringan (10 cm – 15 cm), taburi NOGAN kemudian tutup kembali dengan tanah, sementara tanaman yang sehat segera ditaburi NOGAN

Bagi sawit yang mati akibat serangan Ganoderma, segera bongkar, lakukan pencacahan (chipping) dan hasil cacahannya disebar merata kemudian taburi NOGAN di atasnya.