Pupuk Korn-Kali+B

Anda ingin memesan Pupuk Korn-Kali®+B? Hubungi Jimmi Suyanto, 0811614051-082367547077, Korn-Kali+B, lebih dari sekedar pupuk MOP.

Korn – Kali + B :

Pupuk Korn - Kali + B

Pupuk Korn – Kali + B

Pupuk Korn-Kali+B semenjak tahun 2010 diperkenalkan pertama kali di Malaysia kemudian Indonesia dan langsung mendapatkan respons yang sangat baik dan terbukti memiliki karakteristik kualitas yang sangat baik sehingga cukup terkenal di perkebunan Malaysia & Indonesia.

Korn-Kali+B mengandung unsur hara Kalium, Magnesium, Sulfur dan Boron dengan besaran komposisi :

  • 40 % K2O (Kalium Oksida)
  • 6 % MgO (Magnesium Oksida)
  • 3 % Na (Natrium)
  • 4 % S (Sulfur)
  • 0,8 % B2O3 (Boric Oxide)

Korn-Kali+B mengandung hara dalam bentuk larut air, sehingga dapat langsung diserap oleh tanaman. Penyebaran unsur haranya merata pada setiap aplikasi di lapangan, sebab merupakan pupuk gabungan yang terdiri dari unsur hara :

  • Kalium dari KCL/MOP
  • Magnesium dan ESTA Kieser-MAG
  • Boron dari Natrium Borate

Dari hasil ujicoba, penggunaan Korn-Kali+B pada kelapa sawit memperlihatkan efek yang sangat positif dengan penyerapan nutrisi penting dalam 3 kombinasi unsur hara tsb (KCL, ESTA Kieser, B2O3) sehingga run-off dan pencucian sangat minimal, karena penyerapan nutrisi yang lebih baik dan efisien sehingga menghasilkan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) menjadi lebih tinggi.

Korn-Kali+B menjamin penyerapan dan penggunaan unsur hara K, Mg dan B secara efisien oleh tanaman Kelapa Sawit.

Keuntungan Pemberian Pupuk Korn-Kali+B pada Tanaman Kelapa Sawit :

  1. Korn-Kali+B mengoptimalkan keterseimbangan unsur hara K : Mg di dalam tanah agar dapat diserap secara efisien oleh tanaman
  2. Korn-Kali+B menghemat biaya aplikasi pemupukan hingga 3 x jadwal pemupukan
  3. Korn-Kali+B adalah produk pupuk bermutu tinggi dari Jerman

Pemakaian Korn-Kali+B ini akan Meminimalkan biaya aplikasi pupuk bila dibandingkan dengan pupuk tunggal, karena :

  • Pemakaian 6 kg pupuk Korn-Kali+B setara dengan :
    • 4 kg pupuk KCL/MOP
    • 1,3 kg pupuk ESTA Kieser-MAG dan
    • 100 gr pupuk Borate
  • Dengan aplikasi 4-6 kg Korn-Kali+B per pohon yang dibagi menjadi 2 x akan memenuhi kebutuhan K, Mg dan B selama setahun pada Tanaman Menghasilkan (TM) Kelapa Sawit.

Dosis Pemberian Pupuk Korn-Kali+B :

Dosis Pemupukan Korn-Kali+B

Dosis Pemupukan Korn-Kali+B

Pupuk Korn-Kali+B lebih dari sekedar MOP, Bermutu Tinggi, Lebih Hemat dan Efisien serta akan meningkatkan Hasil Panen Anda !.

Distributor Pupuk KCL (MOP) di Medan

Jika Anda ingin membeli Pupuk KCL (MOP), Hubungi Jimmi Suyanto 0811614051 | 082367547077, Tersedia KCL Rusia/Canada/Jerman.

Pupuk KCL (MOP) Rusia & Canada.

KCL Mahkota Origin Canada

KCL Mahkota Origin Canada

distributor-pupuk-kcl

KCL Cap Daun Sawit Origin Rusia

KCL Cap Daun Sawit Origin Rusia

Pupuk KCL atau sering juga disebut pupuk MOP (Muriate of Potash) adalah salah satu jenis puuk tunggal yang memiliki nilai konsentrasi tinggi dengan kandungan Kalium (K2O) sebesar 60% sebagai Kalium Chlorida. KCL/MOP merupakan pupuk yang mengandung unsur kalium yang sangat cocok digunakan untuk semua jenis tanaman yang memiliki sifat toleran terhadap klorida atau tanah dengan klorida rendah. Pupuk KCL juga dapat diberikan ke segala jenis tanah.

Pupuk KCL (MOP) mengandung kadar Kalium (K2O) sebesar 60% dan khlorida sebesar 46%, berwarna merah dan ada juga yang putih dengan tekstur menyerupai kristal. KCL/MOP memiliki konsentrasi nutrisi yang tinggi serta memiliki sifat yang mudah larut dalam air.

Unsur hara yang terdapat dalam pupuk KCL merupakan senyawa kalium yang dapat dengan mudah diserap oleh tanaman. Namun sebelum bisa diserap dengan baik oleh tanaman, pupuk KCL akan lebih dahulu terurai menjadi senyawa K2O dan Ion Cl++ dalam tanah. Unsur K2O memiliki berbagai manfaat untuk pertumbuhan dan menguatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, sementara ion Cl++ bila diaplikasikan secara berlebihan pada tanaman (kelebihan dosis) justru dapat merugikan tanaman.

Pemberian KCL/MOP harus diterapkan pada tanah yang membutuhkan unsur kalium. Kalium dapat diterapkan sebagai pupuk langsung atau sebagai bagian dari pupuk yang dicampur dengan senyawa Nitrogen dan Posfor. Pupuk KCL sering dikombinasikan dengan nitrogen dan posfat dalam penggunaannya sebagai pupuk multi komonen. Kegunaan lainnya adalah dalam produksi kalium hidroksida yang digunakan dalam pengolahan air serta produksi biodiesel.

Dengan semakin banyaknya jumlah populasi penduduk dunia yang membutuhkan pangan, kalium sangat penting dalam menjamin kualitas dan hasil tanaman. Negara-negara yang paling banyak menggunakan kalium dalam aplikasi pertaniannya adalah Cina, India, Brasil dan Amerika Serikat & Indonesia. Dengan kandungan K2O, pupuk KCL memiliki manfaat yang hamir sama dengan manfaat yang dimiliki pupuk ZK pada saat diaplikasikan ke tanaman.

Manfaat Pupuk KCL (MOP) :

  • Meningkatkan Hasil Panen. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan klorida dalam pupuk KCL dapat membantu meningkatkan hasil panen, yaitu dengan meningkatkan resistensi penyakit pada tanaman. Kandungan kalium dalam pupuk KCL sangat penting dalam beberapa sisi, misalnya pada perkebunan kelapa sawit. Tingkat pertumbuhan kelapa sawit yang cukup tinggi, membuat kebutuhan akan unsur hara juga sangat besar. Kandungan kalium dalam pupuk KCL/MOP terlibat dalam banyak fungsi biokimia dan secara positif mempengaruhi manfaat tanah dan hasil pada berbagai jenis tanah, yaitu ukuran dan jumlah tandan. Bantuan senyawa nitrogen, kalium dapat menyebabkan efek yang lebih sinergis untuk meningkatkan pertumbuhan, hasil TBS dan rasio minyak pada Tandan Buah Segar (TBS)
  • Meningkatkan Kualitas Hasil Panen. Salah satu fungsi unsur hara kalium yang ada pada Pupuk KCL adalah untuk menghasilkan kualitas buah yang baik, seperti menjadikan buah lebih besar dan berat serta lebih manis. Hal ini disebabkan kalium dapat membantu proses transportasi glukosa di dalam tanah dan tentu saja dapat mengoptimalkan manfaat buah-buahan dan sayur-sayauran yang ditanam
  • Memperkuat Batang Tanaman. Tanaman yang baik adalah tanaman yang memiliki batang kokoh dan kuat. Hal ini dapat menjadikannya bisa bertahan hidup lebih lama serta tidak gampang ambruk atau rapuh sebelum dapat menghasilkan buah. Kandungan K2O dalam pupuk KCL dapat memberikan  solusi atas hal tersebut, yakni menjadikan batang tanaman menjadi lebih kuat dan kokoh.
  • Tanaman Lebih Tahan Terhadap Stress. Unsur hara dari Kalium (K2O) dari puuk KCL mampu mengatur kerja stomata daun, yaitu untuk membantu proses fotosintesis, proses transpirasi yaitu proses penguapan air dari permukaan tanah serta untuk melakukan pencegahan atas hilangnya air dari tanaman. Hal tersebut akan menjadikan tanaman lebih tahan terhadap resiko terjadinya stres dan kekeringan yang akhirnya menyebabkan tanaman mati sebelum dapat menghasilkan buah
  • Lebih Tahan Terhadap Serangan Penyakit. Kandungan Kalium yang ada dalam pupuk KCL mampu mencukupi kebutuhan tanaman untuk melindunginya terhadap gangguan hama dan penyakit lain yang dapat menyerang tanaman. Sehingga nantinya tanaman dapat berpotensi menghasilkan panen yang lebih baik
  • Transportasi Asimilasi & Kerja Enzim. Kandungan kalium pada pupuk KCL dapat membantu proses translokasi dan hasil fotosintesis tanaman (asimilat) dan memaksimalkan sistem kerja enzim ke seluruh bagian tanaman. Manfaat fotosisntesis yang lebih optimal akan menjadikan tanaman dapat tumbuh sebagaimana mestinya
  • Meningkatkan Ketahanan Terhadap Kerusakan Saat Pengangkutan & Penyimpanan. Pengaplikasian pupuk KCL akan sangat tepat pada saat tanaman sudah mulai memasuki masa berbunga. Hal ini akan dapat membantu meningkatkan aktivitas pembentukan hasil biji maupun buah pada tanaman. Sehingga dapat menghasilkan biji atau buah yang semurna serta dapat menguangi resiko kerusakan saat hasil panen tersebut siangkut maupun pada masa penyimpanan.

Disamping Pupuk KCL, kami juga menjual Pupuk TSP, Pupuk Kieserite (Magnesium), Dolomit, Pupuk ZA, Pupuk Urea, Pupuk NPK, Pupuk Zeolit, Pupuk Rock Phosphate (RP), Pupuk Borate/Borax, dan lain-lain.

Jual Pupuk NaCL Mahkota Gajah

Anda mencari Pupuk Kalium Lokal Berkualitas Harga Terjangkau? NaCL Mahkota Gajah Pilihan Yang Tepat, Hubungi Jimmi Suyanto 0811614051 Untuk Pemesanan.

Pupuk NaCL Mahkota Gajah.

Pupuk NaCL Mahkota Gajah

Pupuk NaCL Mahkota Gajah

NaCl Mahkota Gajah adalah pupuk yang bagus diaplikasikan sebagai pengganti pupuk KCL, khususnya di lahan yang memiliki kadar asam yang tinggi dan gambut, karena selain harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan pupuk KCL Import, NaCL Mahkota Gajah juga memiliki kadar K2O sedang, yaitu sebesar 26,82% dan Kadar Air 5,11 %.

NaCL Mahkota Gajah diproduksi oleh CV. Surya Citra Perkasa dengan No. Pendaftaran DEPTAN RI G. 1611/PPVTPP/VI/2011, SNI 02-28005-2008.

MANFAAT NaCL MAHKOTA GAJAH :

  • Menjadikan daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun yang sangat penting bagi proses fotosintesis
  • Memacu pembentukan bunga, mempercepat pemasakan biji sehingga panen lebih cepat
  • Memperbesar jumlah buah/biji tiap tangkai
  • Memperbesar ukuran umbi serta butir biji-bijian
  • Meningkatkan ketahanan hasil selama pengangkutan dan penyimpanan

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN NaCL MAHKOTA GAJAH :

  1. Biaya pengangkutan, penyimpanan dan pemakaiannya lebih murah
  2. Unsur-unsur hara yang terkandung lebih berkembang
  3. Berbentuk powder yang lebih mudah pemakaiannya

SPESIFIKASI :

  • Kadar : N = 6,48 %, K2O = 26,82 %
  • Bentuk : Kristal Powder
  • Ukuran Butir : 1-2 mm
  • Warna : Merah Jambu
  • Kadar Air : 5,11 %
  • Kemasan : 50 Kg/karung dengan Inner

DOSIS PENGGUNAAN :

  • Kubis 50 kg/ha
  • Tomat 50 kg/ha
  • Kacang Tanah 50 kg/ja
  • Buncis 100 kg/ha
  • Lombok 75 kg/ha
  • Padi 75 kg/ha
  • Jagung 50 kg/ha
  • Kedelai 100 kg/ha
  • TEbu 100 – 300 kg/ha
  • Kopi 50 – 150 kg/ha
  • Lada 450 – 600 kg/ha
  • Teh 125 kg/ha
  • Kelapa Sawit TBM 1 kg – 3 kg/pokok thn, Aplikasi Berikan setiap 3-4 bulan sekali ditabur di sekitar pohon
  • Kelapa Sawit  TM usia 3-8 thn 1,5 kg-3,5 kg/pokok/thn, Aplikasi Berikan setiap 3-4 bulan sekali ditabur di sekitar pohon
  • Kelapa Sawit TM usia 9-14 thn 2 kg-4 kg/pokok/thn, Aplikasi Berikan setiap 3-4 bulan sekali ditabur di sekitar pohon
  • Kelapa Sawit TM usia > 14 thn 1,5 kg-3 kg/pokok/thn, Aplikasi Berikan setiap 3-4 bulan sekali ditabur di sekitar pohon

Jual Kalium Plus Green Leaf di Medan

Anda mencari Pupuk Kalium Plus dengan harga terjangkau? Hubungi Jimmi Suyanto 0811614051, RBM Kalium-Plus Green Leaf solusinya.

RBM Kalium Plus Green Leaf.

Brosur Kalium Plus

Sampel Kalium Plus Green Leaf

Sampel Kalium Plus Green Leaf

komposisi RBM Kalium Plus

Kalium adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam produksi kelapa sawit. Target hasil yang tinggi pada kelapa sawit tidak akan tercapai tanpa ketersediaan yang cukup dari hara makro esensial tersebut.

Siklus pertumbuhan kelapa sawit yang berlangsung selama 25 tahun ditandai oleh berbagai tahap pertumbuhan dimana setiap tahap memiliki kebutuhan haranya tersendiri untuk pertumbuhannya. Pada awal 3 tahun setelah tanam, terdapat peningkatan perlahan dalam penyerapan kalium dan magnesium oleh kelapa sawit. Setelah 3-5 tahun kemudian, penyerapan hara menjadi stabil pada tingkat penyerapan yang tinggi.

Unsur kalium banyak terdapat dalam ekosistem alam kita yang meruapakan hara penting bagi tanaman, hewan dan manusia. Di dalam tanah, kalium biasanya dibedakan dalam empat kategori :

• Kalium sebagai komponen dari mineral tanah
• Kalium tak dapat ditukar (K terikat)
• Kalium dapat ditukar (terbatas pada permukaan tanah liat dan bahan organic)
• Kalium dalam larutan tanah

Kalium dapat ditukar dan tidak dapat ditukar berada dalam keadaan seimbang juga dengan K dalam larutan tanah. Kalium mudah ditransfer antara kategori tersebut. Kalium sebagai ion K+ diserap secara aktif oleh akar kelapa sawit terutama dari larutan tanah. Sebagian besar kalium yang dibutuhkan tanaman diangkut dengan aliran massa (aliran air yang bergerak ke akar tanaman) dan dengan difusi. Keefektifan K= dari larutan tanah dalam pemberian hara bagi tanaman dipengaruhi oleh adanya kation lain terutama kalsium (Ca) dan magnesium (Mg).

Sehubungan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi dari kelapa sawit, kebutuhannya akan hara juga sangat besar. Dari semua unsure yang penting, kalium diserap dalam jumlah paling besar. Karena itu kalium memainkan peranan penting dalam hara tanaman dan dikenal sebagai kation terpenting dalam fisiologi tanaman.

Kalium terlibat dalam banyak fungsi biokimia dan secara positif mempengaruhi hasil pada berbagai jenis tanah (ukuran tandan dan jumlah tandan). Dengan tambahan nitrogen, kalium menyebabkan efek sinergis yang meningkatkan pertumbuhan, hasil per tandan dan rasio minyak per tandan.

Tanah miskin akan kalium yang tersedia bagi tanaman lebih banyak terdapat di daerah tropis daripada di daerah subtropis. Dalam kelapa sawit, kalium adalah unsure hara yang paling banyak dibutuhkan selama setahun setelah tanam. Kandungan kalium dari tandan buah berkisar 0,65 % dari berat tandan, sedangkan kandungan kalium pada berat kering bagian vegetatif tetap konstan terdapat di sepanjang siklus hidup tanaman tersebut (sekita 1,0 – 1,3 %).
Defisiensi K terjadi pada tanah yang mengandung sangat sedikit ion K yang dapat ditukar. Terutama di tanah berpasir dan tanah gambut. Defisiensi K banyak terjadi karenabesarnya pencucian akibat curah hujan yang tinggi. Lebih jauh lagi, defisiensi K terjadi dimana akar tidak dapat menembus ke lapisan tanah yang lebih dalam karena adanya daerah tanah yang kedap air.

Sejumlah gejala telah ditemukan berhubungan dengan defisiensi kalium pada tanaman kelapa sawit dewasa. Bercak kuning merupakan gejala defisiensi kalium paling umum yang ditandai dengan bercak kecil yang pada awalnya berwarna hijau pucat, lalu perlahan berubah menjadi kuning sampai jingga kekuningan dan bercak tersebut membesar diantara tulang daun sampai melampaui batas tulang daun.

Gejala yang kedua disebut belang putih (white stripes) dan sering menunjukkan defisiensi K bersama dengan ketidakseimbangan K dan N serta kemungkinan kurangnya boron. Belang putih seperti pensil ini terjadi pada tulang tengah pada kedua belah daun dan terlihat tembus pandang.

RBM Kalium Plus Green Leaf merupakan solusi untuk memenuhi unsur Kalium (K2O). Fungsi/Manfaat Kalium Plus diantaranya :

  • Membantu meningkatkan produktifitas buah dan biji
  • Membantu perlebarana pelepah daun pada pokok sawit muda
  • Membantu meningkatkan proses pembungaan pada tanaman
  • Membantu mengurangi rontok buah/biji
  • Membantu menjaga kadar air dalam buah/biji pada musim kemarau
  • Membantu meningkatkan kadar gula dalam buah/biji
  • Membantu meningkatkan bobot/berat buah

KANDUNGAN/KOMPOSISI :

  • K2O/Potassium Oxide +/- 25 – 30 %
  • P2O5/Phosphorus Oxide +/- 1-3 %
  • CaO/Calcium Oxide +/- 1-5 %
  • MgO/Magnesium Oxide +/- 1-4 %

CARA PENGGUNAAN & DOSIS :

  • Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) = =/- 100 kg/hektar, dengan ditebarkan disekitar tanaman per 4 bulan
  • Tanaman Menghasilkan (TM) = +/- 200 kg/hektar, dengan ditebarkan di sekitar tanaman per 4 bulan sekali

Jual Pupuk MKP di Medan

Jika Anda mencari Pupuk MKP di Medan, Hubungi Jimmi Suyanto 0811 614 051, Pupuk Terbaik Tanaman Hortikultura.

Pupuk MKP (Mono Kalium Phosphate).

jual pupuk mkp di medan

Krista MKP

Spesifikasi dan Komposisi Krista MKP :

  • Phosphate (P2O5) = 52%
  • Kalium (K2O) = 34 5
  • Kelarutan (pada suhu 20 C) = 230 g/l air
  • EC (1 g/l pada suhu 25 C) = 0,7 mS/cm
  • pH (1% larutan) = 4,5

Kegunaan Pupuk Krista MKP :

Krista MKP adalah pupuk dengan bentuk kristal, putih bersih dengan Phosphate (P) dari Kalium (K) larut air, menjadi pilihan yang sesuai untuk tanaman hortikultura secara luas. Bentuknya kristal, sehingga kelarutannya di air sangat cepat. KristaMKP juga sesuai diaplikasikan pada semua sistem fertigasi seperti : hidroponik, sistem drip/tetes, sprinkel, sistem pivot, atau pun dengan penyemprotan sebagai foliar. Krista MKP bebas Chlor (Cl), Natrium (Na) dan loga berat lainnya.

Bebas Nitrogen – Bebas Ammonium

Krista MKP tidak mengandung nitrogen, sehingga sangat ideal sebagai sumber hara Phosphate (P) dan Kalium (K) untuk memenuhi kebutuhan saat pembuahan tanaman, dimana pada fase ini hara nitrogen perlu dikontrol. Krista MKP juga sebagai sumber yang ideal dipakai sebagai pelengkap dengan pupuk nitrogen seperti Calcium nitrate (dalam tangki terpisah di sistem hidroponik), Kalium Nitrat, Amonium Nitrate atau urea. Krista MKP sangat ideal dipakai di hidroponik karena bebas ammonium.

Aplikasi Lewat Daun (Foliar)

Dengan EC yang rendah 0,7 mS/cm, menjadikan Krista MKP relatif lebih aman digunakan sebagai pupuk daun dengan tingkat resiko membakar dan merusak daun yang minimal. Aplikasi lewat daun (foliar) juga memungkinkan membantu bagian tanaman lebih tahan terhadappenyakit ’embun tepung” saat tingkat serangan masih rendah.

Kompabilitas

Krista MKP dapat dicampur dengan semua bahan pupuk-pupuk larut dalam air lainnya, kecuali dengan pupuk yang mengandung calcium larut air atau dengan larutan pekat magnesium.

Sebagai Penyanggah/Buffer pH

Komponen Phosphate di dalam Krista MKP dapat berperan sebagai penyanggah/buffer di larutan fertigasi, menjaga keseimbangan pH larutan sekitar 4,5. krista MKP juga sebagai penyanggah/buffer kimia di larutan dan meningkatkan efektivitas penyemprotan pestisida.

Jual Pupuk KCL Mahkota di Medan

Anda memerlukan Pupuk KCL Mahkota? Hubungi Jimmi Suyanto 0811 614 051, Supplier Pupuk MOP (KCl) Origin Canada Bermutu Tinggi.

Pupuk KCL Mahkota Medan.

jual pupuk kcl mahkota di medan

kcl mahkota

Kalium (K) merupakan hara yang bersifat multiguna dan menstimulasi serapan hara yang lain. Oleh karena kebutuhannya untuk tanaman kelapa sawit paling tinggi, maka perlu dilakukan upaya efisiensi dan efektivitas pupuk ini seoptimal mungkin. Pada lahan bercurah hujan agak rendah, perlu diberikan pupuk MOP lebih tinggi dari dosis optimal.

Adapun spesifikasi Pupuk KCL (MOP) MAHKOTA adalah sbb :

  • K2O = 60%
  • Coating = Oil
  • Bentuk = Padatan, kristal
  • Ukuran butir = 1-2 mm, minimal 90%
  • BJ = 1-2
  • Warna = Kemerahan
  • Kadar air , 1%
  • Kemasan = 50 kg/karung dengan inner

Dosis untuk TBM dan TM tanaman Kelapa Sawit (Dosis kg/pohon/thn berdasarkan umur tanaman) :

  • Lahan Kelas 1 = TBM (1,0 – 1,25), usia 3 – 8 thn (1,50 – 1,75), Usia 9 – 14 thn (2,00 – 2,25), usia > 14 thn (1,50 – 1,75)
  • Lahan Kelas 2 = TBM (1,25 – 1,75), usia 3 – 8 thn (1,75 – 2,25), usia 9 – 14 thn (2,25 – 2,75), usia > 14 thn (1,75 – 2,25)
  • Lahan Kelas 3 = TBM (1,75 – 2,25), usia 3 – 8 thn (2,25 – 2,75), usia 9 – 14 thn (2,75 – 3,25), usia > 14 thn (2,25 – 2,75)
  • Lahan Gambut = TBM (2,25 – 3,00), usia 3 – 8 thn (2,75 – 3,50), usia 9 – 14 thn (3,25 – 4,00), usia > 14 thn (2,75 – 3,00)
  1. Lahan Kelas 1 meliputi area : Citaraja, Batang Sarangan, Bungatanjung, Kuala Kerapoh, Tanjung Beringin, Teluk Panji, Padang Brahrang, Ophir, Bandar Khalifah, Batang Kuis, Helvetia, Klumpang, Saentis, Sampali, Sungai Semayang, Marihat, Mariendal, Ambalutu, Bah Jambi, Bah Bulian, Bah LiasBangun, Balimbingan, Pasir Mendoge, Bekala, Blangkahan, Bukit Maraja, Bungara, Bungku, Dolok ilir, Dolok ulu, Dolok Merangir, Dolok Sinumbah, Gunung Bayu, Hutapadang, Kerasaan, Laras, Makapa, Merancar, Marpinggan, Mayang, Marijikie, Namutongan, Pandauke, Pulomandi, Pulo Rambung, Rambe, Buluhlaga, Rimbo Bujang, Rimbunh, Simalingkar, Simbolon, Simirik, Sungai Penjara, Sungai kopas, Sungai Silau, Tanah Itam Ylu, Tanjung Putri, Tanjung Timur, Tiga juhar, Tolili, Turangie.
  2. Lahan Kelas 2 meliputi area : Sungai bejangkar, Tanjung Jati, Adolina Ulu, Aek Buru Selatan, Aek Kulim, Aek Loba, Aek Natas, Aek Pamienke, Aek.Sei Pancur, Aek Selabat, Aek Tarum, Air Batu, Alang Bombon, bahlang, Bandar Pinang, bandar Bejambu, Bandar Betsi, Bandar Meriah, Bangun Bandar, Batang Toru, Batu Anam, Batu Lokong, Batu Rata, Bagerpang, Bekiun, Bengabing, Berangir, Buntu Meraja, Dolok, Dolok Merangir, Gunung Masehi, Gunung Melayu, Gunung Pamela, Gunung Para, Gunung Monako, Greahan, Havea, Hutapadang, Kampung Pajak, Kota Batu, Kuala Gunung, Kuala Piasa, Laras, Laut Tadoir, Lima Puluh, Lima Mungkur, Mancang, Mayang  Melati, Mendaris, Pabatu, Padang Halaban, Padang Sikait/BAtu Gajah, Panigoran, Paya Mabar, Paya Pinang, Pantai Labu, Pematang Panjang, Pernantian, Piasa Ulu, Pijor Koling, Pinggol Toba, Pulau Maria, Pulau Raja, Rombong, Rambong Sialang, Ramunia, Saranggiting, Sentral, Seulimeum, Sipispis, Siringoringo, Sungai Birong, Sungai Mangkei, Sungai Merah, Sungai Putih, Siansimun, Silinda, Sukaluwei, tanah Abang, Tanah Besi, Tanah Raja, Tanah Gambus, Tanjung Garbus, Tanjung Purba, Teluk Dalam, Tiga juhar, Timbang Deli, Timbang Serdang, Tinjauan, Tinggiraja, Tonduhan, Matapao, Bilah, Kuala Pasilam, Manduamas, Padang Mahondang, Sennah, Serapoh, Sungai Buluh, Sungai Langkei, Tanjung BeringinAdolina Ilir, Firdaus, Gurah Batu, Kuala Namu, Plintahan.
  3. Lahan Kelas 3, meliputi area : Aek Nabara, Aek Raso, Aek Tarum/TS, Aek Torop, Agro Palindo, Aliaga, Arut Selatan, Bagan Batu, bagan Senembah, Barumun, Baserah, Batang Ara, Batang Saponggol/Milano, Blang Simpo, Bukit Gapuk, Bukit Lima, Bukit Mas, Bukit Sentang, Bulu Telang, Bukit udang, Cerenti, Cibaliung, Cikampak, Dama Tutong, Danau Sebuluh, Duri XIII/SD Dusun Tua, Gebang Sewangi, Gedung Biara, Gergas, Halaban, Hutagodang, Idi Coet, Jambureuhat, Julu Rayeu, Kayangan, Ketahun, Kotalama, Kotaraya, Kota Tengah, Kota Kampar, Kirana, Kuala Kerapoh, Kuala Sawit, Lae Butar, Loa Tebu-Senoni, Lubuk Raya, Meredan-Simpang, Beringin, Meurudu,/Trienggading, Napal, Normark, Padang Langkat, Padang Malangka, Pangkalan Bunut, Pangkatan, Paya Rumbai, Pematang Tengah, Penaron, Perlabian, Perkeb, Sawit Langkat, Pinarik, Papaso, Pulau Punjung, Rantau Baru, Rantau Kasai, Rimbo Sibodak, Sawit Sebrang, Sawit Ulu, Sei Bangko, Sei Batang Ulak, Sei Kuko, Sei Pingai, Seumayam, Seunagan, Segati, Sekoci, Serdang Hulu/Langkat, Sikijang, Mati, Sungai Daun/Milano, Sungai Liput, Sungai Musam, Siberida, Siragian, Sisumut, Sosa, Sungai Daun/PTP, Sungai Kebara, Sungai Meranti, Sungai Pagar (atas), Sungai Rumbiya, Sungai Tapung, Gunung Sahilan, Taman Raja, Tungkai Ulu, Tambunan, Tanjung Ale, Tanjung Medan, Tenggulan Besar, Timpeh, Torgamba, Torganda, Asam Jawa, Avia/Nias, Gohor Lama (bawah) Kambitin, Kotalama, Sei Kalam, Sukaramai(SSL, Sungai Pagar, (bawah) Sungai Nilo (rendahan) Teluk Panji, Aek Goti, Aek Molek, Bangkinang, Blangkolam, Daludalu, Gunung Lagan, Kalianta, Kotabatak, Lubuk DAlam, Muara Bulian, Nagargar, Petapahan, Peranap, Samsam, Simpang Libo, Sipare-pare, Sorek, Sungai Buatan, Sungai Galuh, Sungai Petani, Betung, Buluhcawang, Bumiharjo, Bungo, Tebo, Burnai Timur, Dabuk Rejo, Kambitin, Kumai/Sekunyir,Langgapayung/ABM, Lipai, Kain, Melania-Alicia-Sanna, Muara Tawe, Muara Wahau, MP Entakai, Musi Banyuasin/TS, Parindu, Tania Selatan, Topaz
  4. Lahan Gambut, meliputi area : Ajamu, Aek Horsik, Asam Jawa (gambut), Bilah, Gersindo, Langgam, Manduamas/SGSR, Masang Kiri-Kanan, Pantai Raja, PHP, Sungai Pinang, Teluk Panji/ABM, Bumi Pratama Katulistiwa, Hari Sawit, Hutaraja, Negerilama, Tanjung Medan/Nubika, Tanjung Selamat, Batahan, Jatim Jaya Perkasa, Merbau Jaya, Sebahuta Jaya.

Distributor Abu janjang Kelapa Sawit di Medan Sumatera Utara

Anda mencari Distributor Abu Janjang Kelapa Sawit? Hubungi Jimmi Suyanto 0811 614 051, Solusi Pengganti Pupuk MOP/KCl.

Distributor Abu Janjang Kelapa Sawit Medan.

distributor abu janjang kelapa sawit di medan

distributor abu janjang sawit

abu janjang sawit

Kebutuhan tanaman Kelapa Sawit akan unsur Kalium cukup tinggi, kekurangan unsur Kalium tersebut akan berdampak tidak baik. Meskipun fungsi kalium lebih mengarah sebagai katalisator, namun Kalium berperan sangat penting pada proses fisiologis seperti metabolisme karbohidrat dalam hal pembentukan, pemecahan serta translokasipati, memetabolisme Nitrogen & sintesa protein, mengaktifkan enzim, mempercepat pertumbuhan pada jaringan meristem dan hal-hal yang berhubungan dengan air.

Kekurangan unsur Kalium akan menyebabkan produksi tanaman menurun, gampang terserang penyakit serta kualitas buah jadi menurun. Kalium diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+ serta dijumpai dalam berbagai kadar di dalam tanah dalam jumlah yang sedikit, sehingga perlunya pemupukan (penambahan) Kalium secara terus-menerus untuk menggantikan hasil buah (TBS) yang sudah dipanen.

Abu Janjang Kelapa Sawit sebagai salah satu sumber Kalium dengan harga yang murah dan ekonomis adalah solusi untuk menggantikan pupuk MOP (KCL) yang harganya ralatif lebih mahal. Abu janjang memiliki kandungan K2O = > 35%, P2O5 = > 3%, CaO = > 5%, MgO = > 6 %, Mn = 200 – 250 ppm, dan B = 800 – 1000 ppm.

Pupuk Kalium yang umum dipakai di perkebunan kelapa sawit adalah pupuk KCl (Kalium chlorida) dengan kandungan K2O = 60% dimana setiap pohon diberikan 3 kg per tahun. Selain dari pupuk KCL (MOP) dalam bentuk tunggal, Kalium dapat bersumber dari Abu Tandan (abu janjang) yang banyak terdapat di pabrik pengolahan kelapa sawit dan abu tandan tersebut diperoleh dari pembakaran tandan kosong pada tungku pembakaran (incinerator).

Dari penelitian Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), dasar pertimbangan penggunaan Abu janjang sebagai pengganti pupuk MOP (KCL) dalam pemupukan tanaman Kelapa Sawit adalah :
• Harga Abu Janjang Murah sehingga dapat menekan dan menghemat biaya pemupukan
• Pemberian Abu janjang dapat meningkatkan pH tanah
• Dalam Abu Janjang terdapat unsur Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Phospat (P) sehingga dapat mengurangi pemberian Kieserite dan TSP/SP/RP
• Akan mencegah terjadinya akumulasi Clor dalam tanah sebagai efek samping dari penggunaan MOP (KCL).

Silahkan hubungi kami untuk pemesanan.